jump to navigation

Asal Usul Suku Dayak Kal-Teng June 24, 2012

Posted by hardi saputra in Uncategorized.
trackback

Menurut kepercayaan Dayak, terutama yang dipedalaman Kalimantan yang disampaikan dari mulut ke mulut, dari nenek kepada bapak, dari bapak kepada anak, hingga saat ini yang tidak tertulis mengakibatkan menjadi lebih atau kurang dari yang sebenar-benarnya, bahwa asal-usul nenek moyang suku Dayak itu diturunkan dari langit yang ke tujuh ke dunia ini dengan Palangka Bulau( Palangka artinya suci, bersih, merupakan ancak, sebagai tandu yang suci, gandar yang suci dari emas diturunkan dari langit, sering juga disebutkan Ancak atau Kalangkang).
Menurut cerita nenek moyang mereka asal mulanya diturunkan dari langit ke dalam dunia ini di empat tempat berturut-turut dengan Palangka Bulau, yaitu:
1. Di Tantan Puruk Pamatuan di Hulu Sungai Kahayan dan Barito
Maka inilah seorang manusia yang pertama yang menjadi datuknya orang-orang dayak yang diturunkan di Tantan Puruk Pamatuan, yang diberi nama oleh Ranying : Antang Bajela Bulau atau Tunggul Garing Janjahunan Laut.
Dari Antang Bajela Bulau maka terciptalah dua orang laki-laki yang gagah perkasa yang menteng ureh mamut bernama Lambung atau Maharaja Bunu dan Lanting atau Maharaja Sangen.

2. Di Tantan Liang Mangan Puruk Kaminting (Bukit Kaminting)
Oleh Ranying terciptalah seorang yang maha sakti, bernama Kerangkang Amban Penyang atau Maharaja Sangiang.

3. Di Datah Takasiang, Hulu sungai Rakaui (Sungai Malahui Kalimantan Barat)
Oleh Ranying terciptalah 4 orang manusia, satu laki-laki dan tiga perempuan, yang laki-laki bernama Litih atau Tiung Layang Raca Memegang Jalan Tarusan Bulan Raca Jagan Pukung Pahewan, yang seketika itu juga menjelma menjadi Jata dan tinggal di dalam tanah di negeri yang bernama Tumbang Danum Dohong. Ketiga puteri tadi bernama Kamulung Tenek Bulau, Kameloh Buwooy Bulau, Nyai Lentar Katinei Bulau.

4. Di Puruk Kambang Tanah Siang (Hulu Barito)
Oleh Ranying terciptalah seorang puteri bernama Sikan Atau Nyai Sikan di Tantan Puruk Kambang Tanah Siang Hulu Barito.

PEMBAGIAN SUKU DAYAK :
Suku Dayak terbagi dalam 7 suku besar, dan terbagi lagi dalam 18 suku kecil, dan terbagi lagi dalam 405 suku kekeluargaan/sedatuk. Pembagiannya adalah :
1. Dayak Ngaju (terdiri dari 4 suku kecil dan 90 suku sedatuk)
1. Dayak Ngaju (terbagi dalam 53 suku sedatuk)
2. Dayak Ma`anyan (terbagi dalam 8 suku sedatuk)
3. Dayak Dusun (terbagi dalam 8 suku sedatuk)
4. Dayak Lawangan (terbagi dalam 21 suku sedatuk)

2. Dayak Apu Kayan (terdiri dari 3 suku kecil dan 60 suku sedatuk)
1. Dayak Kenya (terbagi dalam 24 suku sedatuk)
2. Dayak Kayan (terbagi dalam 10 suku sedatuk)
3. Dayak Bahau (terbagi dalam 26 suku sedatuk)

3. Dayak Iban dan Heban (terbagi dalam 11 suku sedatuk)

4. Dayak Klemantan atau Dayak Darat (terdiri dari 2 suku kecil dan 87 suku sedatuk)
1. Dayak Klemantan (terbagi dalam 47 suku seadtuk)
2. Dayak Ketungau (terbagi dalam 40 suku sedatuk)

5. Dayak Murut (terdiri dari 3 suku kecil dan 44 suku sedatuk)
1. Dayak Murut (terbagi dalam 28 suku sedatuk)
2. Dayak Idaan (terbagi dalam 6 suku sedatuk)
3. Dayak Tidung (terbagi dalam 10 suku sedatuk)

6. Dayak Punan (terdiri dari 4 suku kecil dan 52 suku sedatuk)
1. Dayak Basap (terbagi dalam 20 suku sedatuk)
2. Dayak Punan (terbagi dalam 24 suku sedatuk)
3. Dayak Ot (terbagi dalam 5 suku sedatuk)
4. Dayak Bukat (terbagi dalam 3 suku sedatuk)

7. Dayak Ot Danum (terdiri dari 61 suku sedatuk)

BENTUK HUKUM ADAT DAYAK
Dalam melaksanakan adat suku dayak, ada dua aliran yaitu:
1. Tersilah kepada Keduniawian
Hukum adat ini berlaku dalam perkara kriminal, etika dan pergaulan masyarakat. Hukum adat juga mengadili perkara yang berhubungan dengan kemasyarakatan misalnya: masalah harta benda, pusaka, perkimpoian, perceraian, ketentuan ahli waris, masalah anak dalam perceraian, milik perpantangan, hak-hak atas tanah.

2. Tersilah kepada Agama
Hukum Adat yang tersilah kepada Agama menghukum siapa pun yang telah menghina dan mencemarkan hal-hal yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat, misalnya: merusak kubur, merusak pahewan, merusak petak ruas, merusak petak pali, merusak Indus, merusak sandung, melanggar adat pali disaat kampong memegang rutas, melanggar adat negeri ketika memalas pali, melanggar adat pali ditempat orang melahirkan, melanggar adat pali pada saat pengobatan orang sakit, merusak pangantoho (rumah kecil tempat pujaan), tulah berjinah dengan saudara, tulah berjinah dengan ibu/bapak, tulah berjinah dengan misan, merusak pantar.

Asal Usul Nama Kalimantan
Orang Dayak mempunyai cara pandang tersendiri terhadap sejarah pulaunya, yang terungkap dalam tradisi lisan yang disebut Tetek Tatum. Tetek tatum merupakan salah satu kesusastraan Dayak asli yang artinya ratap tangis sejati. Tetek tatum dinyanyikan dengan lagu dan sangat digemari nenek moyang orang-orang Dayak yang mana isinya menceritakan keadaan Kalimantan sejak zaman bahari, zaman dewa-dewa, tentang peperangan, silsilah dan lain-lain. Sedangkan Kalimantan itu sendiri mempunyai arti:
1. Kali = sungai, Mantan = besar (mantan dalam bahasa dayak sangen artinya besar), yang akhirnya Kalimantan berarti pulau yang memiliki sungai besar-besar.
2. Kalimantan = nama sebangsa pohon buahnya asam yang banyak terdapat di Kalimantan.
3. Borneo berasal dari Brunei yang dulunya disebut dengan nama Burnei sehingga akhirnya menjadi Borneo.

(sumber Kalimantan Membangun)


Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: