jump to navigation

NYAI BALAU I December 14, 2013

Posted by hardi saputra in Uncategorized.
trackback

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

“NYAI BALAU” (Kisah Nyata seorang putri Dayak berambut panjang yang sakti mandraguna)

PART  I

Dahulu kala di sebuah ‘lewu Tewah’ (Tewah adalah nama sebuah kota/kampung), sekarang telah menjadi Kecamatan Tewah, di daerah Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, ada seorang putri yang cantik jelita namanya “Nyai Balau”. Ia disbut Nyai Balau karena rambutnya panjang dan memikat hati. Ia sangat santun budi bahasa serta baik hati, hormat dan sayang terhadap orang tua, keluarga dan sesama.  Laki-laki mana yang tidak mau padanya. Namun apa hendak di kata tidak sembarang orang yang berani melamar Nyai Balau, karena ia adalah anak orang terpandang di Lewu Tewah itu. Lagi pula ayahnya menginginkan  Nyai Balau menikah dengan laki-laki terpandang juga.

Singkat cerita, ada seorang laki-laki berasal dari keluarga terpandang yang juga mendengar  kabar tentang kecantikan Nyai Balau di lewu Tewah. Laki-laki itu bernama “Kanyapi”, ia adalah laki-laki tampan, gagah dan berakal budi. Ia datang ke Tewah dan melamar Nyai Balau untuk menjadi istrinya. Orang tua Nyai Balau menyetujui lamaran Kanyapi. Dan dalam waktu segera, dilangsungkanlah Pernikahan Kanyapi dan Nyai Balau dengan pesta yang sangat meriah.

Beberapa waktu kemudian Kanyapi dan Nyai Balau bersepakat untuk belajar hidup mandiri, sebagai suami-istri. Lalu diutarakanlah maksud mereka kepada orang tuanya. Dan orang tua Nyai Balau mengizinkan anak dan menantunya untuk hidup mandiri, dengan tinggal di rumah yang sudah disiapkan oleh orang tuanya.

Keluarga baru ini hidup bahagia, dan karena Kanyapi adalah seorang yang arif dan bijaksana, penuh perhatian dengan sesama di lewu Tewah, akhirnya Kanyapi diangkat menjadi “Temanggung” (pemimpin daerah), ia dan istrinya sangat dihormati dan dikagumi. Namun kebahagiaan mereka belum lengkap karena belum mempunyai anak. Temanggung Kanyapi dan Nyai Balau terus berdoa memohon kepada yang Kuasa agar diberikan seorang anak.

Beberapa tahun kemudian akhirnya mereka dikaruniai seorang anak laki-laki. Betapa bahagia mereka atas kehadiran seorang anak satu-satunya yang mereka harapkan bertahun-tahun. Mereka pun bersyukur dan berjanji untuk merawat anak itu dengan baik. Namun tidak dikekang, sebab Temanggung Kanyapi tetap mengizinkan anaknya bergaul dengan anak-anak lewu yang sebaya lainnya. Temanggung Kanyapi menginginkan anaknya berkembang dengan baik wajar serta menjadi anak yang baik hati dan mengasihi sesama.

Pada suatu hari, anak ini belum juga kembali ke rumah tempat dia biasa bermain dengan teman-temannya. Hingga hari sore bahkan malam hari putra mereka belum juga pulang. Temanggung dan Nyai Balau pun mulai gelisah, dan bertanya-tanya, mengapa putra mereka belum juga pulang. Akhirnya Temanggung dan Nyai Balau, memutuskan untuk pergi mencari putra mereka.
Mereka sudah mencari di sekeliling Lewu Tewah, putra simata wayang mereka belum juga ditemukan. Hingga malam pun larut. Temanggung dan Nyai Balau bersepakat untuk pulang dan beristirahat agar bisa mencari putra mereka besok harinya.

Pada saat pagi hari, Temanggung dan Nyai Balau memberitahukan kepada warga Lewu Tewah bahwa putra mereka hilang, dan mereka harus mencarinya. Maka bersama warga lewu, Temanggung dan Nyai Balau mereka mencari anak mereka ke segala penjuru, sambil memukul gong, siapa tahu putra mereka mendengar bunyi gong. Namun tetap saja anak mereka belum ditemukan.

Nyai Balau sangat sedih dan merasa bersalah, karena putranya belum ditemukan, namun ia tetap bertekad untuk terus mencari putra simata wayangnya.

Pada suatu hari, Nyai Balau secara diam-diam, tanpa sepengetahuan suaminya, ia berangkat dari rumah menuju sebuah hutan yang dianggap angker, karena jarang dilewati manusia. Di hutan itulah Nyai Balau ‘bertapa’ atau dalam bahasa Dayak Ngaju “Balampah” untuk meminta petunjuk dari Yang Mahakuasa, dimana keberadaan putranya. Selama tujuh hari, tujuh malam Nyai Balau bertapa, akhirnya pada hari yang ketujuh seorang nenek tua datang menjumpainya memberikan petunjuk mengenai putranya.

“Cucuku Nyai Balau, saya mengetahui tujuanmu datang ke sini, yaitu untuk mengetahui keberadaan putramu.” Sapa nenek tua ini. “Betul nek”, jawab Nyai Balau.

“Pulanglah cucuku, kamu tidak akan dapat menemukan putramu, ketahuilah ia sudah sudah tiada, ia sudah mati. Ia di “kayau” (dibunuh) oleh “Antang” dari Juking Sopang. Kata nenek tua ini kepada Nyai Balau.

Mendengar penjelasan nenek tua itu, Nyai Balau tersentak kaget, dan ia pun menangis dan meratap sedih, putra satu-satunya telah dibunuh orang.

Dengan dukacita yang mendalam itu, Nyai Balau berucap, dengan geramnya “saya akan membalas kematian putra satu-satu yang saya sayangi. Saya akan membalas dendam! Saya akan membuat perhitungan dengan “Antang”!!

“Baiklah, kalau memang itu sudah tekatmu, ujar nenek kepada Nyai Balau. “Saya akan memberikan kesaktian kepadamu agar kamu dapat membalas dendam terhadap Antang. “Selendang ini kuberikan kepadamu, untuk menghadipi musuh-musuhmu.”

Nyai Balau pun mengucapkan terima kasih kepada nenek yang sudah memberikan dia kesaktian dan sebuah selendang sakti.

Setelah itu Nyai Balau segera pulang kembali ke rumah. Di rumah suaminya Temanggung Kanyapi dan seluruh keluarga telah menantinya dengan cemas, karena pergi tampa pamit dan hilang berhari-hari tanpa kabar berita.

Nyai Balau menceritakan kepergiannya, untuk mencari petunjuk dari yang Kuasa, dan pertemuannya dengan nenek tua, serta kesaktian yang diberikan nenek itu. Walaupun Temanggung Kanyapi bersedih mendengar bahwa putranya telah dikayau Antang, namun ia merasa lega karena Nyai Balau telah kembali dengan selamat.

Next part II

Sumber : http://giusbuyuttigoi.blogspot.com

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: