jump to navigation

NYAI BALAU II December 16, 2013

Posted by hardi saputra in Uncategorized.
trackback

Nyai-balau-kehilanga

(Kisah Nyata seorang putri Dayak berambut panjang yang sakti mandraguna)

Kemudian Nyai Balau mengajak Tamanggung Kanyapi dan warga Lewu Tewah yang gagah berangkat ke Juking Sopang, untuk membalas dendam terhadap Antang. Setibanya di Juking Sopang, Nyai Balau memanggil pemuda yang bernama Antang, supaya keluar dan mengakui kesalahannya dan memohon ampun.

“Wahaii… Antang..! Apakah benar engkau membunuh anakku? Kalau memang benar, mengakulah dan memohon maaf terhadap saya dan suami saya Temanggung Kanyapi, sebelum saya habis kesabaran terhadap engkau.!” Kata Nyai Balau.

“Hei Nyai Balau beraninya kamu menuduh saya! Kata Antang. “Jangan macam-macam dengan saya, saya tidak membunuh anakmu. Bisa-bisa kamu yang saya bunuh nanti..!”

“Mengakulah kamu Antang! saya masih sabar. Kata Nyai Balau. Saya mengetahui perbuatanmu, kamu tidak bisa berbohong terhadap saya.!”

Memang sudah tabiat Antang, yang angkuh dan sombong, dia tidak mau mengakui kesalahannya dan perbuatan jahatnya yang membunuh putra Nyai Balau. Itu karena dia merasa sebagai seorang laki-laki yang gagah perkasa dan sakti. lalu kemudian Antang menyerang Nyai Balau dengan mandaunya. Perkelahian pun tidak dapat dihindari. Nyai Balau terpaksa membela diri, menghindar serangan dari Antang.

Antang tidak mengira bahwa yang ia hadapi bukanlah perempuan sembarangan. Dengan mudah Nyai Balau menangkis serangan Antang yang bertubi-tubi. Sampai akhirnya dia kelelahan, dan seketika Nyai Balau mengebaskan selendang saktinya ke arah Antang, dan Antang pun jatuh tersungkur lemah lunglai.

Nyai Balau perempuan yang berhati mulia dan murah hati, dia tidak membunuh Antang. Ia mengajak Antang dan keluarganya untuk berdamai secara adat Dayak Ngaju, yaitu dengan mengakui kesalahan dan membayar denda sesuai hukum adat Dayak Ngaju saat itu.

Antang adalah seorang yang keras kepala, dan tidak mau mengakui kekalahannya. Ia tetap bersikeras melawan Nyai Balau. Dengan menghimpun segenap kekuatan dan kesaktiannya Antang, kembali bangkit dan menyerang Nyai Balau. Kembali perkelahian tidak dapat dihindari. Sekarang bukan hanya Antang dan Nyai Balau yang adu kesaktian, demikian juga yang lain Temanggung Kanyapi dan warganya juga masuk dalam medan pertempuran yang sengit. Banyak jatuh korban dan pertumpahan darah. Dan akhirnya Nyai Balau mengibaskan selendang sakitnya, Antang pun terpental dan mati di tangan Nyai Balau.
Pertempuran itu berhenti dengan kekalahan di pihak Antang dan karena Antang yang dianggap sakti pun mati ditangan Nyai Balau, maka pihak Antang menyerah. Nyai Balau, Temanggung Kanyapi dan warganya pulang meninggalkan Juking Sopang, yang penuh dengan darah korban, termasuk Antang. Karena itu Juking Sopang sampai sekarang orang menyebutnya “Rangan Daha” (batu/koral yang berdarah).

Setelah pertempuran itu, nama Nyai Balau semakin tersohor di segala penjuru daerah. Dia ditakuti dan dihormati orang, lebih-lebih warga Lewu Tewah. Akhirnya warga Tewah mengangkat Nyai Balau menjadi pemimpin mereka dan diberi gelar “Pangkalima” (pahlawan yang sakti mandraguna). Dibawah kepemimpinan Nyai Balau lewu Tewah aman Sentosa, tidak ada orang yang berani mengganggu.

Namun di lain pihak, yaitu di lewu Juking Sopang keluarga Antang masih menyimpan dendam, karena kematian Antang. Diam-diam mereka menyusun strategi dan mengumpulkan orang-orang yang gagah perkasa dan sakti, untuk membalas dendam, menyerang balik lewu Tewah dan Nyai Balau beserta suaminya Temanggung Kanyapi………..

Sumber : http://giusbuyuttigoi.blogspot.com

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: